Thursday, 31 December 2015
2015 Dunia Kelambu
Wednesday, 30 December 2015
Hujan Sebagai Penghibur
Saat aku menulis ini di luar rumah sedang hujan, jujur aku bahagia, beberapa hari ini aku menunggu hujan turun malam hari.
Aku menunggu hujan, karena aku merasa hujan adalah sebuah musik yang turun dengan indah ciptaan langsung Yang Maha Kuasa.
Dalam hujan yang deras, ada kesempatan ku untuk menutup mata sembari mencoba memikirkan apa yang terjadi tahun ini.
Malam ini, aku baru sadar sesuatu hal, bahwa apa yang orang lain rasakan, belum tentu bisa kita ketahui. Dan tentu pasti, apa yang kita rasakan, belum tentu sama dengan yang orang lain rasakan.
Kita tidak bisa memaksakan sesuatu hal kepada orang lain, kita punya kuasa untuk membuktikan tapi orang lain tetap bisa memilih
Hujan malam ini lucu, terlihat malu-malu bersuara kecil.
Tapi aku baru ingat, satu-satunya simbol ketenangan adalah hujan, didalam hujan ada dingin, di dalam hujan ada suara yang merdu, serta di dalam hujan kadang ada sebuah tanda perjuangan.
Apakah benar perjuangan di tandai dengan berani menembus hujan?
Andai kata hidup ini benar-benar drama, mungkin iya. Tapi ada tanda lain yang bisa dipakai sebagai sebuah tanda perjuangan. Yakni tetap berdiri meski kemungkinan telah tiada.
Hujan terima kasih.
Malam ini kau menghibur ku.
Tuesday, 29 December 2015
Kucing Perusak
Sunday, 20 December 2015
Key
Thursday, 17 December 2015
Cinta Datang dari Mana ?
Kata orang, cinta tidak dapat didefinisikan. Cinta adalah sesuatu yang rumit untuk di jelaskan dengan kata-kata, tapi sangat mudah dirasakan dengan jiwa.
Cinta menjadi salah satu kata yang menyimpan banyak misteri, selain makna, cinta juga menjadi misteri di bagian kapan datangnya.
Kadang cinta datang pada waktu yang sebenernya kita belum siap, atau mungkin kadang cinta datang pada waktu yang aneh, dan pada situasi yang sebenarnya tidak kita duga.
Kadang cinta bisa datang kala kacamata mu pecah belah dua.
Kadang cinta datang ketika kamu sedang berkompetisi.
Kadang cinta datang ketika dia menabrak pintu kelas.
Kadang cinta datang ketika kamu rasa dia teman terbaik mu di kelas.
Kadang cinta datang ketika dia malah mencintai teman baik mu.
Kadang cinta datang ketika dia menjadi adik kelas terbaikmu.
Kadang cinta datang kala melihat mu beraksi di atas panggung.
Kadang cinta datang ketika kamu menemuinya dalam satu seminar panjang.
Kadang cinta datang saat kamu melihat dia pertama kali di sosial media.
Kadang cinta datang ketika kamu di buat terpesona dengan pandangannya di bawah satu pondokan yang saat itu kamu sendiri belum kenal siapa dia.
Kadang cinta datang kala kau duduk di depan sebuah supermarket.
Dan entah kapan lagi cinta datang tanpa tahu tempat dan waktu.
Semua menjadi misteri.
Nikmati saja, anggap itu sebagai sebuah alur yang indah.
Hidup ini bak sebuah dongeng katanya.
Semakin tak terselesaikan, maka hidup ini semakin indah.
Saturday, 12 December 2015
Lupa Bahagia
Kamar ini terasa hambar, sepertinya kekurangan MSG atau kekurangan garam dan mungkin tidak ditambahkan gula sedikit. Belum lagi kamar ini terasa penuh dengan keluh kesah ku selama ini, entah apa kata jam dinding jika dia bisa bicara mungkin sudah muak dengan keluh kesah ku selama ini yang selalu tercurah dan aku ucapkan dalam doa ku tiap aku menemukan kegagalan.
Iya benar, bukan cuma jam dinding, mungkin juga sejadah, sarung bahkan mungkin Tuhan telah bosan memberikan ku petunjuk kebenaran, namun aku tidak pernah mengiyakan petunjuknya.
Malam ini aku terbaring lagi, selepas semua perkara malam ini membebani seluruh kepala ku. Aku tak bisa mengeluarkan air mata, aku juga tidak bisa menangis, karena mungkin sudah terlalu letih kepala dan hati ini bercengkrama menentukan jalan keluar yang bisa di dapatkan.
Aku kembali terperangkap dengan hobi yang sudah menjadi beban di kepala ku.
Aku ingat pertama kali aku bernyanyi dulu, kala itu aku cukup bahagia dan ketika aku turun panggung, semua orang menyoraki ku tanda mereka sangat menikmati suaraku.
Aku mulai memutuskan untuk tetap menjadi seorang penyanyi, kala itu aku sudah cukup yakin, barangkali aku jodoh jadi seorang penyanyi. Lalu aku mulai ikut dalam satu sanggar milik opa Jeff penyanyi profesional yang baru saja membuka lembaga latihan vokal di dekat rumah ku.
Aku tak menyangka, ternyata dalam dunia tarik suara semua penuh dengan teknik, nada musti di pikirkan, tempo musti benar-benar terukur, teknik pengambilan suara juga harus, dan seluruhnya harus di dahului dengan nafas yang baik.
Aku mulai merasakan bahwa aku bertambah ilmu dengan semua ini, namun secara tidak langsung juga aku merasa feeling alamku juga makin pudar, dan aku menyanyi sudah tidak untuk jiwa ku lagi. Aku menyanyi seolah di atur oleh aturan opa Jeff.
Entahlah apakah ini baik, atau tidak. Namun yang jelas, aku semakin tidak pede, aku semakin tidak yakin dengan suaraku. Karena dikala aku merasa suaraku bagus, opa Jeff malah berkata sebaliknya. Di kala esoknya ku pelajari lagi apa yang diharapkan opa Jeff untuk ku, dan ku lakukan sarannya, hasilnya tetap aku yang salah, karena sekali lagi aku mulai terbebani standar beliau.
Aku mulai kehilangan aura ku sebagai seorang penyanyi. Aku seperti bukan lagi menjalankan hobiku.
Aaaahhhhhh !!!!!!!! Siapa bilang menyanyi itu mudah ?
Ucapku retorika pada penghuni kamar yang semuanya benda mati. Hanya cicak kecil saya yang tidak mati, tapi boro-boro njawab, bersendawa saja cicak itu butuh perjuangan.
Aku terpaku menatap atap, dan seolah atap itu mengingatkan ku akan kewajiban ku yang sebentar lagi akan tiba. Aku musti lolos masuk audisi menyanyi nasional yang acaranya selalu meledak di TV, Indonesia Lidol katanya.
Namun apakah aku bisa ? Mengingat belakangan ini, setiap aku menyanyi, selalu saja terlihat seperti banyak beban ku pikul. Benar, ilmu ku semakin tinggi namun itu tidak sepadan dengan feel ku yang semakin hilang.
Belum lagi, opa Jeff sedikit mengancamku, dan mengingatkan ku pada estimasi yang telah ku lalui bersama sanggar miliknya ini. Tak di pungkiri, aku sudah nyaris dua tahun belajar disini, namun aku masih belum bisa sukses. Sedangkan Fero anak baru empat bulan, sudah bisa membanggakan dan selalu membuat senyum opa Jeff dikala Fero selalu menang lomba tingkat provinsi. Aku bukan berarti tak ikut, aku ikut juga, namun selalu mentok di juara ke 5, tidak bisa lebih, namun bisa lebih di bawahnya.
Aku semakin terlelap, karena ini mungkin akan menjadi kompetisi menyanyiku yang terakhir. Entah apa yang harus aku perbuat, aku semakin merasa gagal, dan semakin merasa tak bisa berdiri. Kalo esok aku audisi, satu pinta ku pada bintang malam ini, aku hanya ingin tampilkan yang terbaik, dapat komentar tak perlu bagus-bagus, tapi aku bisa pergi dari tempat audisi dan pulang serta mengakhiri beban ini dengan senyum.
Sebenarnya aku masih cinta dengan dunia ini, namun entah kenapa aku jadi merasa aneh saja, awalnya aku masuk dengan bahagia, kenapa semakin kesini aku jadi lupa bahagia ?
Apakah manusia akan lupa bahagia ketika terlalu banyak target di kepalanya ? Ataukah manusia akan lupa bahagia ketika dia merasa gagal dari teman-temannya ? Apakah manusia akan lupa bahagia karena bahagia yang ia cari bukan di situ tempatnya ?
Bahagialah ! Jangan sampai lupa bahagia !
Aku mengkahiri nafas ku untuk malam ini.
Semoga aku tenang !



